Pakai Upal, PSK Ditangkap

PAMEKASAN – Mise, 45, warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan itu digelandang polisi di Pasar Pagendingan Galis sekitar pukul 08.00 kemarin. Perempuan yang diduga sebagai PSK tersebut tertangkap basah saat berbelanja dengan menggunakan uang palsu (upal).

Informasi versi polisi, kejadian itu bermula saat Mise alias Lepbak hendak membeli kebutuhan rumah tangga di salah satu stan di pasar Pagendingan. Saat itu, yang bersangkutan membayar dengan uang pecahan Rp 50 ribu.

Saat menerima uang, pemilik stan, Sani, mulai curiga pada uang yang dibayarkan pelaku. Alasannya, uang tersebut berbeda dengan uang Rp 50 ribu lainnya. Karena itu, Sani mengejar Mise untuk mendapatkan kepastian apakah uang tersebut asli atau palsu.

Sani semakin curiga karena Mise melarikan diri. Tidak itu saja, Sani justru membuang pecahan Rp 50-an ribu lainnya dari dompetnya. Sejurus kemudian, warga menangkap dan mencari uang yang dibuang tersebut. Itu setelah Sani meminta Mise berhenti tetapi tidak berhenti juga. Akibatnya, warga setempat membantu Sani untuk mendapatkan Mise.

Kapolres Pamekasan AKBP Mas Gunarso yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Galis AKP Duduk H. membenarkan penangkapan Mise yang diduga memiliki upal. Duduk mengaku telah mengamankan tersangka pemilik berikut upal masing-masing pecahan Rp 50 ribu sebanyak 3 lembar.

Dihadapan petugas, Mise mengaku mendapat uang tersebut dari dua lelaki hidung belang yang mengencaninya. Namun, dia mengaku tidak tahu identitas pria yang telah dipuaskannya. Menurut Mise, sekitar pukul 03.00 kemarin, dia keluar dari rumahnya sebagai kupu-kupu malam. Saat itu, dia mencegat truk yang di dalamnya ada dua orang lelaki yakni sopir dan kernet.

Saat di dalam truk, Mise menawarkan jasa pemuas nafsu kepada dua hidung belang tersebut. Akhirnya, saat tiba ditanjakan Kecamatan Bluto, Sumenep mereka melakukan hubungan secara bergantian. Sebagai imbalan pemuas nafsu, dua orang itu memberi uang sebanyak Rp 150 ribu. “Sumpah Pak, saya tidak tahu. Uang itu saya dapat dari bayaran mereka (sopir dan kernet truk),” ucapnya di hadapan petugas.

Meski, pelaku berdalih barang bukti (BB) didapat orang yang tidak dikenalnya, polisi tetap memroses. Sebab, polisi pantas menduga Mise sebagai pengedar. Itu karena Mise melarikan diri dan berusaha membuang sisa upal yang ada di dompetnya sewaktu dikejar warga. Atas perbuatannya, tersangka dapat dijerat pasal 244 KUHP tentang upal dengan ancaman 15 tahun penjara. “Kami memeriksa tersangka dan sejumlah saksi,” pungkasnya. (nam/abe/rd)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: